Mencari Isteri yang Tidak Salihah Kerana Ingin Membimbingnya Setelah Menikah?

Originally posted on IlmuCahayaKehidupan:

Mencari Isteri yang Tidak Salihah Kerana Ingin Membimbingnya Setelah Menikah?

Ada satu faedah menarik dari Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam menjelaskan satu hadis dalam kitab Bulughul Maram, iaitu hadis Fathimah binti Qais ketika meminta pendapat kepada Rasulullah, siapakah yang sebaiknya ia terima lamarannya di antara Mu’awiyah dan Abu Jahm? Ketika itu beliau bersabda:

وأما معاوية فصعلوك لا مال له

“Adapun Mu’awiyah, maka ia seorang yang miskin.”

Padahal di kemudian hari, Mu’awiyah menjadi raja dan termasuk khalifah yang kaya dan berharta banyak.

Perhatikan bahawa di sini Rasulullah hanya menghukumi apa yang ada saat itu terjadi, yakni bahwa Mu’awiyah miskin, Beliau bukan menghukumi kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.

Sehingga boleh dibuat kesimpulan bahawa kita hanya diperintahkan untuk menilai apa yang terjadi di saat sekarang, dan tidak dibebankan untuk memikirkan masa hadapan dalam hal memilih pendamping hidup.

Maka, bagi lelaki, carilah wanita salihah. Bagi perempuan, carilah lelaki yang salih. Itu lebih baik…

View original 97 more words

Pernikahan adalah Sebuah Kenikmatan yang Tak Terlupakan

Originally posted on Permata Muslimah:

bunga Hidup berkeluarga adalah dambaan setiap insan. Bahkan boleh dikata, tidak ada momen terindah dalam sejarah hidup seseorang seindah kuntum pernikahan.

Bagaimana tidak? Dengan ikatan pernikahan yang sah, terjalinlah hubungan cinta yang begitu mesra nan indah. Tak ada seorang pun di antara kita yang memiliki perasaan cinta, kedekatan, dan kasih sayang seperti yang terjadipada suami istri.

Lihatlah realita yang ada!
Kehadiran kekasih di pangkuan, mampu melupakan seorang kawan walaupun dia telah lama bergaul, namun rasa cinta yang ada hanya sebatas kawan dan orang lain.

View original 678 more words

Penyakit Jahil dan Hawa Nafsu

Originally posted on IlmuCahayaKehidupan:

Berkata Shaikh Muhammad bin Soleh al-Uthaimeen rahimahullah:

“Penyakit yang menimpa manusia, ada dua jenis: Penyakit Batin dan Penyakit Jasmani. Penyakit yang pertama (penyakit batin) lebih utama untuk diperhatikan kerana dapat mengakibatkan kebinasaan abadi ataupun keselamatan abadi.

Dan penyakit hati ada dua cabang,

1. Al-Jahl (Kejahilan) 

Sesungguhnya kebanyakan manusia mencintai kebaikan dan berusaha kepadanya akan tetapi mereka memiliki kejahilan, maka terjadilah dari sebab itu kesalahan yang besar. Sehingga berkata Sufyan bin Uyainah Rahimahullah:

“Barangsiapa yang rosak daripada kalangan ahli ibadat kita maka padanya keserupaan dengan nasoro (kristian)”

Kerana Nasoro menginginkan kebaikan tetapi sesat daripadanya, seperti firman Allah Azza wa Jalla:

 “Dan mereka mengada-adakan rohbaniyyah padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka  (yang kami wajibkan hanyalah) mencari keredaan Allah.” (Al-Hadid:27)

2. Hawa Nafsu (Tidak menunduk kepada kebenaran walaupun mengetahuinya) 

Dan berkata Sufyan bin Uyainah rahimahullah:

“Barangsiapa yang rosak daripada kalangan ulama kita, maka padanya keserupaan dengan Yahudi.”

Kerana Yahudi mengetahui kebenaran tetapi menyelisihinya.

Di…

View original 148 more words

Bertaubatlah Pabila Bermaksiat Kerana Hawa Nafsu

Originally posted on IlmuCahayaKehidupan:

Sufyan bin Uyainah rahimahullah:

“Barangsiapa yang bermaksiat kerana memenuhi hawa nafsunya, maka suruhlah ia untuk bertaubat. Sesungguhnya Nabi Adam ‘alayhis salaam bermaksiat dikeranakan mengikuti hawa nafsunya, maka diampuni oleh Allah dosanya. Namun barangsiapa yang bermaksiat kepada Allah kerana sombong, maka ancamlah pelakunya dengan laknat Allah kepadanya. Kerana sesungguhnya iblis bermaksiat kerana kesombongannya, maka iapun dilaknat oleh Allah.”

[Shifatus Shofwah, II/232]

View original

Membahagiakan Isteri

Originally posted on IlmuCahayaKehidupan:

SILSILAH AMALIYAH UNTUK MEMBAHAGIAKAN ISTERI

Pertemuan ke 6
〰〰〰〰〰〰〰〰

32. Jangan bakhil untuk menasihatinya dengan cara yang indah , dan terimalah nasihat darinya walau dengan cara apapun ( itu menunjukkan kedewasaanmu sebagai pemimpin red ).

33. Jangan tanya masa lalunya yang curam .

34. Jangan terus engkau desak dengan kewajiban-kewajibannya dan pemenuhan hak-hakmu , wajibnya taat kepadamu kau iringi dengan paksaan dan kemarahan .

💕( perempuan itu perasa jangankan kau bentak kau sindir saja dia akan tersakiti , jika kau lembut maka dia akan memberi 1000 kelembutan padamu …).

35. Istrimu telah lelah mengurus rumah dan anakmu maka hargailah dirinya .

36. Jangan kau cemuh , jangan kau hina , jangan kau olok-olok apa yang ada pada dirinya .

37. Duduklah bersandinglah bersama dia , ajaklah dia bicara lihatlah dia tataplah… bercandalah dengannya ( hatinya akan semakin berbunga-bunga…)

38. Jangan kau malu dengan sanjunganmu , pujianmu terhadap dirinya , kata-kata…

View original 47 more words

Pembahagian Islam Menjadi Inti dan Kulit

Originally posted on IlmuCahayaKehidupan:

Fatwa Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali Hafizhahullah Ta’ala

PEMBAGIAN ISLAM MENJADI INTI DAN KULIT

Soal: Bagaimana membantah orang yang menyangka bahwa Islam terbagi menjadi lub (inti) dan qusyur (kulit)? 

[Fatawa fil Aqidah Walmanhaj (al-Halaqatul ula)]
[Mauqi' asy-Syaikh ‘alal internet fatwa no. 13]

Jawaban: 

Ini yang dikatakan oleh mayoritas manusia dalam rangka merendahkan manhaj salaf dan meremehkan tauhid! Mereka memandang bahwa tauhid adalah qusyur (kulit agama)!

Al-Ghazali menegaskan hal ini pada muqaddimah kitabnya “As-Sunnah An-Nabawiyah Baina Ahlil Fiqh Waahli Hadits”. Dia mengatakan: ‘Mereka sibuk bergantungan (mengurusi perkara-perkara) kulit.” Dia tahu bahwa mereka berjalan di atas tauhid dan as-Sunnah. Dalam keadaan demikian, dia sifati mereka dengan sibuk bergantungan (mengurusi perkara-perkara) kulit.

Apapun keadaannya, ini adalah pembagian yang buruk, kesesatan yang jelas, dan penghinaan terhadap pokok sisi-sisi ajaran Islam! Islam seluruhnya inti. Inti dari inti agama islam adalah tauhid. Adapun selain tauhid, seluruhnya adalah inti (bukan kulit,  pen). Walhamdulillah. Kami katakan:

الْإِيمَانُ…

View original 185 more words

Tidak Berusaha Demi Dunia dan Akhirat

Originally posted on IlmuCahayaKehidupan:

Ibn al-Qayyim rahimahullah berkata,

“Aku tidak suka bertemu dengan seorang lelaki yang malas, jiwa kosong, yang tidak berusaha demi kehidupan duniawinya dan akhiratnya; Dia yang solatnya tidak mengajaknya melakukan kebaikan dan mencegahnya daripada melakukan keburukan. Ia tidak akan bermanfaat baginya, bahkan ia akan menambahkan jarak antara dirinya dengan Allah.”

Al-Fawaaid

View original

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 31 other followers