Tentang Nasehat

Asy-Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullahu menjelaskan :

Nasehat adalah menginginkan kebaikan bagi orang lain. Dan engkau mencintai bagi mereka apa yang engkau cintai bagi dirimu. Jika Allah Ta’aala telah memuliakan dan menganugerahimu ilmu dan keutamaan, maka tularkanlah hal itu kepada yang lain. Agar mereka juga mendapatkan manfaat.

Dan lakukan semua itu dengan ikhlash mengharap balasan dari Allah Ta’aala.Janganlah niatmu itu demi mendapatkan balasan dari mereka, akan tetapi haraplah pahala akhirat.

Dan sampaikan nasehat itu secara tersembunyi, berdua dan empat mata saja. Terlebih ketika menasehatinya dari sebagian kesalahan dan penyimpangan. Sesungguhnya nasehat itu jika disampaikan dengan menyendiri maka akan lebih berpengaruh dan lebih berfaedah. 

Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah menyebutkan bahwa ulama salaf itu tidak suka melakukan nasehat amar ma’ruf nahi munkar di depan khalayak ramai, menampakkan orang yang salah. Kemudian beliau mengatakan: “Mereka lebih suka melakukannya dengan tersembunyi, karena ini merupakan tanda adanya nasehat. Seorang penasehat itu tidaklah selayaknya punya tujuan menyebarkan aib, karena hal ini diharamkan.”

Disadur oleh
‘Umar Al-Indunisy
Darul Hadits – Ma’bar, Yaman.

Sumber : http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/12/12/hormatilah-guru-dan-ulamamu/

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s