Bolehkah mengerjakan puasa 6 hari di bulan Syawal sebelum mengqadha’ puasa ramadhan?

Bolehkah mengerjakan puasa 6 hari di bulan Syawal sebelum mengqadha’ puasa ramadhan?

*** Fatwa Syaikh Albani rohimahulloh ***

Pertanyaan : Apakah bagi orang yang ingin berpuasa 6 hari di bulan Syawal disyaratkan untuk mengqadha’ puasa yang ditinggalkan pada bulan romadhon terlebih dulu?

Jawaban : Ya, karena sesuatu yang wajib itu harus didahulukan daripada sesuatu yang sunnah. Dan karena manusia itu tidak memiliki dirinya dan tidak mengetahui sampai kapan umurnya. Terkadang ajal itu datang kepadanya dalam bentuk yang terbaik, akan tetapi ia sedang dalam kondisi yang buruk, yaitu ajal mendatanginya ketika ia sedang berpuasa hari di bulan Syawal tetapi ia mati dalam keadaan berbuat maksiat karena ia belum 6 mengqadha’ puasanya yang wajib, padahal puasa Syawal itu hanyalah puasa tathowwu’ (sunnah).

Mungkin engkau ingat perkataan yang ada di sebagian kitab Atsar, kemungkinan di Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, akan tetapi yang aku ingat secara yakin perkataan tersebut ada di kitab Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, yaitu perkataan Abu Bakar ash-Shiddiq rodhiayllohu anhu, beliau berkata –yang maknanya- :

“Sesungguhnya Alloh azza wa jalla tidaklah menerima ibadah nafilah (sunnah) sebelum ditunaikannya ibadah yang fardhu.” *

Syaikh bertanya : Engkau ingat atsar ini?

Penanya menjawab : Atsar yang anda sebutkan itu terkenal, akan tetapi aku tidak tahu keshohihannya, apakah atsar tersebut shohih?

Syaikh menjawab : Saya yakin atsar tersebut shohih.

Kemudian atsar ini hanya sebagai penguat, karena seandainyapun kita belum tahu tentang atsar ini secara mutlak atau kita telah mengetahui bahwa sanadnya dho’if, maka tidak mengurangi apapun karena perkataan (tentang puasa Syawwal) yang saya sebutkan tadi telah mencukupi.

[Sumber : Silsilatul Huda wan Nur, kaset no. 753]

* Lihat : Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah 8/145 – al-Maktabah asy-Syamilah, -pent.

*** Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahulloh ***

Pertanyaan : Apakah boleh puasa 6 hari di bulan Syawwal sedangkan saya masih punya hutang puasa Ramadhan? Karena saya memiliki keinginan yang kuat untuk mengerjakannya, akan tetapi dengan begitu saya tidak bisa meng-qodho’ dikarenakan sebab tertentu seperti belajar dan yang semisal itu dan juga urusan rumah tangga. Mohon beri kami petunjuk, jazakumulloh khoiron.

Jawaban : Yang wajib adalah meng-qadha’ dulu sebelum mengerjakan puasa 6 hari Syawwal. Janganlah engkau puasa 6 hari Syawwal melainkan sesudah menyelesaikan qadha’, berdasarkan sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam :

من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال

“Barangsiapa puasa Romadhon kemudian mengikutinya dengan mengerjakan puasa 6 hari di bulan Syawwal…”

Jadi barangsiapa yang punya hutang qadha’ berarti puasa Romadhonnya belum lengkap, maka ia wajib mengerjakan sisanya dan puasa syawwal 6 hari adalah setelah puasa Ramadhan tersebut. Maka yang wajib adalah meng-qadha’ dulu baru kemudian puasa 6 hari Syawwal.

[Sumber : Fatawa Nur ‘ala Darb, kaset no. 918]

*** Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh ***

Pertanyaan : Jika seseorang puasa 6 hari Syawwal sebelum menyelesaikan qadha’, apakah puasa 6 hari Syawwal tersebut bermanfaat dan diganjar?

Jawaban : Tidak, tidak bermanfaat. Karena Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال

“Barangsiapa puasa Romadhon kemudian mengikutinya dengan mengerjakan puasa 6 hari di bulan Syawwal…”

Dab telah maklum bahwa orang yang masih memiliki hutang puasa Ramadhan tidaklah dikatakan bahwa dia telah selesai mengerjakan puasa Ramadhan. Misalnya jika ia punya hutang 10 hari, apakah bisa dikatakan bahwa ia sudah selesai mengerjakan puasa Ramadhan? Tidak, tapi dikatakan bahwa ia sudah mengerjakan sebagian puasa Ramadhan, yaitu 20 hari. Oleh karena itu hendaknya ia memulai dengan meng-qadha’ dulu baru setelah itu mengerjakan puasa 6 hari Syawwal. Seandainya ia memulai puasa 6 hari dulu sebelum meng-qadha’, maka tidak akan diganjar dengan ganjaran yang dijelaskan oleh Nabi shollallohu alaihi wa sallam, yaitu bahwa :

من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال فكأنما صام الدهر

“Barangsiapa puasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan mengerjakan puasa 6 hari di bulan Syawwal, maka seolah-olah ia puasa selama setahun” diriwayatkan oleh Muslim.

[Sumber : Fatawa al-Harom al-Makki 1410, kaset no. 7]

***

Sumber dari : http://www.baiyt-essalafyat.com/vb/showthread.php?t=10855

http://ummushofi.wordpress.com/2010/09/09/fatwa-3-imam-tentang-puasa-syawwal-sebelum-menyelesaikan-qodho%e2%80%99-romadhon

Satu Respons

  1. It’s actually a nice and useful piece of information.
    I’m glad that you just shared this helpful info with us.
    Please stay us up to date like this. Thanks for sharing.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s