Ada apa dengan Cinta?

daisy_flowers_love_heart_on_green_grass-otherCinta ???

Banyak orang berbicara tentang masalah ini tapi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Atau tidak menjelaskan batasan-batasan dan maknanya secara syari. Dan kapan seseorang itu keluar dari batasan-batasan tadi. Dan seakan-akan yang menghalangi untuk membahas masalah ini adalah salahnya ¬pemahaman bahwa pembahasan masalah ini berkaitan dengan akhlaq yangrendah dan berkaitan dengan perzinahan, perkataan yang keji. Dan hal in adalah salah. Tiga perkara ini adalah sesuatu yang berkaitan dengan manusia yang memotivasi untuk menjaga dan mendorong kehormatan dan kemuliaannya.

Aku memandang pembicaraan ini yang terpenting adalah batasannya, penyimpangannya, kebaikannya, dan kejelekannya. Tiga kalimat ini ada dalam setiap hati manusia, dan mereka memberi makna dari tiga hal ini sesuai dengan apa yang mereka maknai.

Teruskan membaca

Prinsip Dan Adab Dalam Berdakwah

بسم الله الرحمن الرحيم
MUHADHARAH  BERSAMA AL-USTADZ ABU ABDILLAH AFIFUDDIN AS-SIDAWI
(Pengasuh Ma’had Al-Bayyinah, Sidayu, Gresik)
(Dalam Kunjungannya ke Ma’had As Salafy Jember, 9 November 2008)2007-12-18_104225_1274z
PRINSIP DAN ADAB DALAM BERDAKWAH

  • Salah satu prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah As-Salafiyyin adalah upaya amar ma’ruf nahi munkar yaitu memerintahkan kebaikan kepada segenap manusia dan melarang mereka dari segenap kemungkaran. Allah Tabaraka wa Ta’ala sebutkan hal ini dalam firman-Nya:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (104) [آل عمران/104]
“Hendaklah ada dikalangan kalian (wahai kaum muslimin) sejumlah orang yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran: 104)

Nasehat Bagi Muslimah

nasihat-bagi-muslimah1

Sumber: http://ilmucahayakehidupan.wordpress.com/2013/01/31/nasihat-bagi-para-muslimah/

Afwan…, Ada Nasehat Untuk Kita Semua(Tajuk asal)

200461783-001(Nasehat Untuk Para Bloger Salafiyyin)

Sungguh indah kalau seseorang masuk kepada saudaranya dari pintu yang ia sukai, oleh karena itulah saya  mengawali nasehat ini dengan sebuah doa semoga Allah menjaga kita semua dan mengistiqamahkan kita di atas ilmu, amal dan dakwah.

Wahai saudaraku, insya Allah tujuan kita semua dalam membuat blog dan kita isi blog kita dengan berbagai artikel yang membahas masalah dien (agama) dari aqidah, fiqih, bantahan bagi manhaj-manhaj menyimpang, kajian asatidzah, info kajian dan yang lainnya dengan tujuan ikut menyebarkan dakwah ahlussunnah wal jama’ah, agar orang-orang mendapat hidayah ke dakwah yang haq ini dan kita berharap apa yang kita lakukan ini kelak menjadi timbangan amalan kebaikkan di akhirat. Itu insya Allah tujuan kita semua.

Allah Subhaanahu wata’aala berfirman :

Teruskan membaca

Fatwa Ulama Terkait Film Penghinaan Terhadap Nabi

Pertanyaan:

Ulama senior di Kerajaan Saudi Arabia, sekaligus anggota al-Lajnah ad-Daimah (komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia), Syaikh Dr. Shaleh bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan mendapatkan pertanyaan dalam kajian harian beliau di daerah Malaz Riyadh, “Fadhilatusy Syaikh –waffaqakumullaah-. Pertanyaan yang masuk saat ini banyak sekali. Di antaranya, ada yang bertanya tentang bagaimana nasihat Anda bagi para penuntut ilmu dan juga selain mereka tentang apa yang terjadi saat ini berkaitan dengan film yang menghina Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa wejangan Anda dalam hal ini?”

Jawaban:

Teruskan membaca

Dengan Apa Dakwah Dimulakan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.


Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya :

Jika seseorang hendak mendakwahi orang lain, bagaimana ia memulai dan apa yang dibicarakannya ?

Jawaban.

Teruskan membaca

Makna Tauhid Asma’ Wa Sifat Dan Manhaj Salaf Di Dalamnya

Kitab Tauhid 1
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan

A. Makna Tauhid Asma’ Wa Sifat
Yaitu beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifatNya, sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah RasulNya Shallallaahu alaihi wa Salam menurut apa yang pantas bagi Allah Subhannahu wa Ta’ala, tanpa ta’wil dan ta’thil, tanpa takyif, dan tamtsil, berdasarkan firman Allah Subhannahu wa Ta’ala : “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syura: 11)

Teruskan membaca