Wanita Membayar Hutang Puasa Ramadhan yang Terlupa

teuiyo (114)Sebuah pertanyaan diajukan kepada Fadhilatusy Syaikh al-Allamah Ubaid bin Abdillah al-Jabiri hafizhahullaahu ta’ala.

Pertanyaan:

Semoga Allah senantiasa berbuat ihsan kepada Anda wahai syaikh. Ada seorang wanita bertanya, “Seorang muslimah pernah tidak berpuasa beberapa hari pada bulan Ramadhan dikarenakan mengalami haidh, tetapi dia lupa berapa jumlah hari di mana ia tidak berpuasa, maka apa yang harus dia lakukan?”

Jawab:

Teruskan membaca

Advertisements

Bulan-bulan dalam kalendar Islam

257699Bismillah

Dalam Website resmi Taqwim Ummul Quro, kalender hijriyyah resmi yang digunakan di Arab Saudi, disebutkan bahwa arti nama-nama bulan hijriyyah sebagai berikut:

1. Muharrom (محرم الحرام)
Ini adalah bulan pertama dalam kelender Islam, dan Muharram termasuk dalam bulan-bulan suci. Dinamakan Muharram karena orang Arab mengharamkan berperang di bulan ini.

2. Shofar (ﺻﻔﺮ)
Dinamakan dengan Shofar karena perkampungan Arab Shifr (kosng) dari penduduk, karena mereka keluar untuk perang. Ada yang mengatakan bahwa dinamakan dengan Shofar karena dulunya bangsa Arab memerangi berbagai kabilah sehingga kabilah yang mereka perangi menjadi Shifr (kosong) dari harta benda.

Teruskan membaca

Apakah Puasa Syawal Harus Dilakukan Berturut-turut 6 Hari Sekaligus?

Apakah Puasa Syawal Harus Dilakukan Berturut-turut 6 Hari Sekaligus?

Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahulloh

Pertanyaan:

Apakah puasa 6 hari di bulan syawal mesti dilakukan berturut-turut (6 hari sekaligus) atau boleh dilakukan terpisah-pisah selama msih bulan syawal?

Jawaban:

Teruskan membaca

Bolehkah mengerjakan puasa 6 hari di bulan Syawal sebelum mengqadha’ puasa ramadhan?

Bolehkah mengerjakan puasa 6 hari di bulan Syawal sebelum mengqadha’ puasa ramadhan?

*** Fatwa Syaikh Albani rohimahulloh ***

Pertanyaan : Apakah bagi orang yang ingin berpuasa 6 hari di bulan Syawal disyaratkan untuk mengqadha’ puasa yang ditinggalkan pada bulan romadhon terlebih dulu?

Jawaban : Ya, karena sesuatu yang wajib itu harus didahulukan daripada sesuatu yang sunnah. Dan karena manusia itu tidak memiliki dirinya dan tidak mengetahui sampai kapan umurnya. Terkadang ajal itu datang kepadanya dalam bentuk yang terbaik, akan tetapi ia sedang dalam kondisi yang buruk, yaitu ajal mendatanginya ketika ia sedang berpuasa hari di bulan Syawal tetapi ia mati dalam keadaan berbuat maksiat karena ia belum 6 mengqadha’ puasanya yang wajib, padahal puasa Syawal itu hanyalah puasa tathowwu’ (sunnah).

Teruskan membaca

Apa yang Diucapkan Orang yang Sedang Puasa Ketika Dicaci-maki Orang

Oleh: Sukainah bintu Muhammad Nashiruddin al-Albaniyyah

Apa yang dikatakan oleh orang yang berpuasa jika ada seseorang yang mencaci makinya?Lihat shohih al-Bukhori no. 1894 dan 1904 Atau shohih Muslim no. 1151.

روى الإمام البخاريُّ –رَحِمَهُ اللهُ- في “صحيحه” (1894) عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ؛ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ «الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ؛ مَرَّتَيْنِ»، وفي روايةٍ (1904): «فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ». ونحو ذٰلك في “صحيح مسلم” (1151).

Teruskan membaca

SHAUM RAMADHAN

Definisi Shaum
Shaum (puasa) secara etimologi bermakna al-imsak (menahan). Sedangkan menurut terminologi syariat bermakna: “Usaha penahanan diri yang dilakukan mukallaf (seorang yang telah dikenai kewajiban syariat) dari pembatal-pembatal Shaum dengan disertai niat,sejak terbitnya fajar shodiq(pertanda masuknya waktu shubuh) hingga terbenamnya matahari”.
Keutamaan Shaum
Shaum yang disyariatkan oleh Allah atas hamba-hamba-Nya ini mempunyai keutamaan yang besar dan faedah-faedah yang tak terhingga, diantaranya:

Teruskan membaca

Tafsir Ayat Puasa

Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (Al-Baqarah: 183)

Para pembaca rahimakumullah. Sungguh suatu kebahagiaan manakala kita diberi kesempatan oleh Allah subhaanahu wa ta’ala untuk berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan. Nikmat yang besar ini patut kita syukuri. Karena pada bulan ini, Allah subhaanahu wa ta’ala banyak melimpahkan karunia-Nya dan melipatgandakan pahala bagi amalan shalih  seorang hamba. Sebuah keutamaan yang sudah tidak asing lagi bagi kita.

Teruskan membaca