Niqab Mengikut 4 Mazhab, Berbanggalah Wanita Yang Memakainya

White-Tulip-21NIQAB MENGIKUTI 4 MADZHAB, BERBANGGALAH WANITA YANG MEMAKAINYA….

A. MADZHAB HANAFI

Pendapat Madzhab Hanafi, wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai purdah/niqab hukumnya mustahab (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan wanita berkenaan akan menimbulkan fitnah.

 

Teruskan membaca

Pakaian Kemasyhuran

tolipAl-Ustadz Muhammad Afifuddin

Tidak diperbolehkan memakai pakaian ‘syuhrah’ (kemasyhuran). Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، ثُمَّ أَلْهَبَ فِيهِ نَارًا

“Barang siapa memakai baju (untuk) kemasyhuran di dunia, kelak di hari kiamat Allah  Subhanahu wata’ala akan memakaikan kepadanya baju kehinaan, kemudian Allah  Subhanahu wata’ala mengobarkan api di dalamnya.” (HR. Ibnu Majah no. 3606—3607 dan ini adalah lafadz beliau, Abu Dawud no. 4029)

Teruskan membaca

Pakaian Wanita di Hadapan Wanita Lain dan Mahramnya

flowers26.jpgAl-Ustadz Muhammad Afifuddin

Dalam surat an-Nur ayat 31, tatkala Allah Subhanahu wata’ala melarang kaum wanita menampakkan perhiasannya kepada orang lain, AllahSubhanahu wata’ala mengecualikan,

أَوۡ نِسَآٮِٕهِنَّ

“Atau wanita-wanita mereka.”

Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan, “Maksudnya, seorang wanita menampakkan perhiasannya kepada wanita-wanita muslimah….”

 Pakaian Wanita di Hadapan Wanita Lain

Teruskan membaca

Bolehkah Hijab Dan Cadar Berwarna Cerah?

2007-12-18_104356_20070828-5804_1Pertanyaan:

Dalam berhijab dan bercadar, Apakah seorang wanita diperbolehkan memakai warna yang cerah seperti warna merah, warna hijau, biru, ungu, dan yang lainnya? Dengan alasan bahwa tidak ada larangan bagi seorang wanita memakainya?

(ditanyakan pada safari dakwah ulama ahlussunnah, Balikpapan Selasa tanggal 02 Rabi’ul Awal 1431 H)

Jawaban:

Oleh Asy Syaikh Abdullah bin Umar Al Mar’I hafidzhahullah

Teruskan membaca

Hukum Safar Bagi Wanita Tanpa Mahram

gerbangPenulis: Ummu ‘Abdillah As-Salafiyah

Sesungguhnya pembicaraan mengenai wanita dan hal-hal yang berkaitan dengannya sangatlah penting, khususnya pada zaman sekarang ini, dimana wanita muslimah menghadapi fitnah (ujian) yang dapat menyebabkan hilangnya kemuliaan dan kedudukannya yang terhormat dalam dienul Islam.
Agama Islam menjaga kehormatan dan akhlaq kaum muslimin serta menjaga masyarakat agat tidak jatuh kedalam kehinaan. Di antara cara mewujudkan hal tersebut adalah larangan bagi wanita untuk bersafar tanpa mahrom yang menyertainya.
Sebagian ulama’ menukil kesepakatan tentang terlarangnya wanita safar tanpa suami atau mahram yang menyertainya. Berikut pembahasan tentang masalah ini. Wabillah taufiq.

Prinsip Dan Adab Dalam Berdakwah

بسم الله الرحمن الرحيم
MUHADHARAH  BERSAMA AL-USTADZ ABU ABDILLAH AFIFUDDIN AS-SIDAWI
(Pengasuh Ma’had Al-Bayyinah, Sidayu, Gresik)
(Dalam Kunjungannya ke Ma’had As Salafy Jember, 9 November 2008)2007-12-18_104225_1274z
PRINSIP DAN ADAB DALAM BERDAKWAH

  • Salah satu prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah As-Salafiyyin adalah upaya amar ma’ruf nahi munkar yaitu memerintahkan kebaikan kepada segenap manusia dan melarang mereka dari segenap kemungkaran. Allah Tabaraka wa Ta’ala sebutkan hal ini dalam firman-Nya:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (104) [آل عمران/104]
“Hendaklah ada dikalangan kalian (wahai kaum muslimin) sejumlah orang yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran: 104)

Kertas Mulia yang Berserakan

PicturelillekeDi beberapa masjid dan sekolah atau di sebagian rumah penduduk dan tempat lain, sering kami saksikan adanya lembaran dan kertas mulia yang bertuliskan ayat, hadits Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, atau nama-nama Allah dan dzikir.
Nah, bagaimanakah sikap yang benar? Untuk sikap yang benar kita dengarkan tanya-jawab di bawah ini bersama Syaikh Abdul Aziz bin Baaz -rahimahullah-.