Ada apa dengan Cinta?

daisy_flowers_love_heart_on_green_grass-otherCinta ???

Banyak orang berbicara tentang masalah ini tapi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Atau tidak menjelaskan batasan-batasan dan maknanya secara syari. Dan kapan seseorang itu keluar dari batasan-batasan tadi. Dan seakan-akan yang menghalangi untuk membahas masalah ini adalah salahnya ¬pemahaman bahwa pembahasan masalah ini berkaitan dengan akhlaq yangrendah dan berkaitan dengan perzinahan, perkataan yang keji. Dan hal in adalah salah. Tiga perkara ini adalah sesuatu yang berkaitan dengan manusia yang memotivasi untuk menjaga dan mendorong kehormatan dan kemuliaannya.

Aku memandang pembicaraan ini yang terpenting adalah batasannya, penyimpangannya, kebaikannya, dan kejelekannya. Tiga kalimat ini ada dalam setiap hati manusia, dan mereka memberi makna dari tiga hal ini sesuai dengan apa yang mereka maknai.

Teruskan membaca

Islamic Couple?

m113134Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah

بسم الله الرحمن الرحيم

Memakai label islamic memang mudah. Namun ketika yang memakai label itu adalah hal-hal yang menyimpang dari ajaran Islam, maka perkaranya menjadi berat pertanggungjawabannya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur`an yang mulia:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah tampak kerosakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, mudahan-mudahan mereka mau kembali ke jalan yang benar.” (Ar-Rum: 41)

Teruskan membaca

Prinsip Dan Adab Dalam Berdakwah

بسم الله الرحمن الرحيم
MUHADHARAH  BERSAMA AL-USTADZ ABU ABDILLAH AFIFUDDIN AS-SIDAWI
(Pengasuh Ma’had Al-Bayyinah, Sidayu, Gresik)
(Dalam Kunjungannya ke Ma’had As Salafy Jember, 9 November 2008)2007-12-18_104225_1274z
PRINSIP DAN ADAB DALAM BERDAKWAH

  • Salah satu prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah As-Salafiyyin adalah upaya amar ma’ruf nahi munkar yaitu memerintahkan kebaikan kepada segenap manusia dan melarang mereka dari segenap kemungkaran. Allah Tabaraka wa Ta’ala sebutkan hal ini dalam firman-Nya:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (104) [آل عمران/104]
“Hendaklah ada dikalangan kalian (wahai kaum muslimin) sejumlah orang yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran: 104)

Surat Terbuka dari Ummu Al-Wadi’iyyah

prunus_persiae_spring03

Sepucuk surat terlayang dari negeri Yaman, dari seorang ‘alimah muhadditsah yang dikenal dengan nama Ummu ‘Abdillah Al-Wadi’iyyah. Putri seorang muhaddits zaman ini, Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i, sebagai lecutan semangat bagi para muslimah di Indonesia untuk menuntut ilmu syar’i.

Dari Ummu ‘Abdillah Al-Wadi’iyyah,
untuk saudaraku di jalan Allah
Ummu Ishaq Al-Atsariyah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Teruskan membaca

Nasehat Untuk Para Wanita Muslimah Salafiyah Yang Akan Menikah

25 Disember 2011
Berikut ini adalah nasihat yang diberikan untuk seorang wanita muslimah salafiyah yang akan melakukan pernikahan, diambil dari Forum Sahab as-Salafiyyah:
 Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh
Pertama: kami memberikan ucapan selamat kepadamu dengan pernikahan yang diberkahi ini. Kami memohon kepada Allah untuk memberi taufik kepadamu dan memudahkan segala kebaikan untukmu.

 

Kedua: Di sini bukanlah tempat yang cocok wahai saudariku untuk menuliskan untukmu perkara-perkara yang khusus dengan kehidupan berkeluarga dengan segala rinciannya, sebagaimana yang engkau inginkan. Kerana di sini akan dilihat oleh semua orang, dan kami tidak menginginkan fitnah bagi saudara-saudara kaum muslimin laki-laki dengan hal itu. Kami memohon kepada Allah untuk memberikan kepada semua dengan suami-suami dan isteri-isteri yang sholih.
Ketiga: Kami akan memberimu satu nasihat umum yaitu hendaknya engkau bertakwa kepada Allah dalam perkara diri kamu, suamimu, dan keluarga suamimu.
  • Ketahuilah bahwa engkau itu adalah seorang tamu di rumah bapamu. Sedangkan rumah suamimu itu adalah rumahmu yang kamu akan tinggal di sana. Maka berbuat baiklah dalam bergaul dengan suamimu dan keluarganya.
  • Janganlah engkau menjadikan dua matanya melihatmu dalam keadaan engkau berpenampilan tidak indah. Dan hati-hatilah engkau dari bermuka masam di depannya padahal dia sedang bergembira. Dan berhati-hatilah engkau dari bergembira dan menampakkan kebahagiaan ketika suamimu sedih.
  • Taatilah suamimu dalam perkara yang diperintahkan suamimu, kecuali bila dia memerintahkan dengan satu kemaksiatan. Maka tidak ada ketaatan untuk suamimu dalam kemaksiatan.
  • Jagalah hak suamimu pada dirimu, hartanya, keluarganya, kehormatannya, rumahnya, dan anak-anaknya.
  • Janganlah engkau tidur ketika suamimu marah kepadamu hingga engkau membuatnya ridha, meskipun kebenaran itu padamu, damailah dengan dia diiringi bujukan yang ringan.
  • Hormatilah dia sesuai dengan mencurahkan segala kemampuanmu, janganlah engkau banyak mendebatnya dan janganlah engkau banyak mengeluh, serta bertawakalah kepada Allah atas urusanmu.
  • Berapapun rezki yang Allah takdirkan untuk suamimu maka redhoilah, dan engkau jangan membebaninya lebih dari kemampuannya.
  • Jagalah rahsia rumahmu khususnya perkara ranjang, tak boleh kamu membicarakannya meskipun kepada ibumu. Sembunyikanlah rahsiamu, jangan ibumu dan ibu suamimu melihatnya.
  • Janganlah engkau memperbesar permasalahan apapun yang terjadi di antara kalian berdua.
Dan aku memohon kepada Allah untuk memberi taufik kalian berdua dan menyatukan kalian berdua di atas kebaikan. Aku memohon kepada Allah untuk membuatmu membantu urusan dunia dan akhiratnya.
Oleh Saudarimu
Ummu Du’a as-Salafiyyah

Menolak Pinangan Tanpa Alasan

Bagaimana hukum seorang wanita menolak pinangan (khithbah) dari seorang laki-laki tanpa alasan?
08152404xxxx@satelindogsm.com 

 

 

Teruskan membaca

Dengan Apa Dakwah Dimulakan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.


Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya :

Jika seseorang hendak mendakwahi orang lain, bagaimana ia memulai dan apa yang dibicarakannya ?

Jawaban.

Teruskan membaca